Gudang Ilmu Bebas Akses

foto: Worksop FOSS Perpustakaan Freedom

Dulu, perpustakaan tanpa katalog, bagaikan sayur tanpa garam. Hambar. Kini, perpustakaan tanpa dukungan sistem IT, bagaikan sup tanpa kuah. Tak ada artinya.

Database Gratis
Menurut Eru Gunawan, dari Divisi Teknologi Informasi Freedom Institute, diperlukan banyak hal untuk membangun sistem database koleksi yang semakin bertambah terus. Karena itulah, lanjut Eru Gunawan, Divisi Teknologi Informasi, mencoba banyak hal sebelum menentukan pilihan ke salah satu sistem yang dianggap terbaik.

Pertama kali, Perpustakaan Freedom menggunakan Microsoft Excel untuk mencatat data koleksi buku. Penggunaan Microsoft Excel, dibarengi dengan pembuatan program penunjang berbasis Visual Basic dengan database SQL Server. Kemudian, program-program ini ditinggalkan dan tidak digunakan lagi karena dianggap kurang optimal.

Setelah menganalisa perkembangan sistem yang berjalan di Perpustakaan Freedom, maka Divisi Teknologi yang berjuamlah 3 orang tersebut mencoba membuat sistem baru. Dengan dibantu pustakawan, dibuatlah sebuah sistem berbasis database My SQL Server.

Pilihan jatuh pada MySQL Server karena aplikasi ini memudahkan proses pemindahan database buku di website. Selain itu, MySQL dianggap lebih mudah dioperasikan serta memiliki kecepatan tinggi dalam pemrosesan query dibandingkan dengan aplikasi lain sejenis.

Eru Gunawan juga mengatakan, bahwa ada ide dasar pengerjaan database buku ini, sudah dikerjakan sejak masih kuliah di Ilmu Komputer Institut Pertanian Bogor. Saat itu, Eru yang bekerja pada sebuah Non Government Organisation (NGO), mengerjakan database sejenis dibantu oleh satu dosennya di kampus dulu.

Ada beberapa program yang sudah diimplementasikan dengan My SQL. Di antaranya Program Manajemen Perpustakaan, Katalog Koleksi Buku dan Jurnal serta Program Lembur.

Khusus untuk Program Lembur, digunakan untuk pencatatan yang tidak berhubungan dengan Perpustakaan Freedom. Program Lembur digunakan untuk mencatat jam lembur setiap personal di kantor Freedom Institute. Program Lembur ini juga dapat diakses siapa saja yang terhubung dengan LAN (Local Area Network) Freedom Institute.

Saat ini, ada 3 program lainnya yang sedang dikembangkan Divisi Teknologi Informasi. Yakni Manajemen Jurnal Tercetak (Proses Pembuatan), Katalog Jurnal dan Artikel, serta Manajemen Jurnal Elektronik.

Dengan interface yang sangat mudah dipahami, database bisa diakses oleh semua komputer di kantor Freedom Institute. Untuk pengunjung sendiri, disediakan beberapa PC dalam ruang baca. Selain bisa mengakses database, pengunjung juga dapat memanfaatkan untuk mengakses Internet.

Bahkan, Perpustakaan Freedom menyediakan fitur pencarian koleksi secara online. Fitur yang bisa diakses darimana saja, oleh siapa saja dan kapan saja ini, sangat lengkap. Berbeda dengan sistem pencarian buku yang hanya menampilkan judul, ISBN (International Standard Book Number) atau ISSN (International Standard Series Number), nama pengarah, subyek dan obyek, serta dimensi buku. Fitur pencarian online bisa menghasilkan juga sinopsis isi buku atau artikel tersebut.

Hal ini dimungkinkan karena input data yang dilakukan sangat detil. Sebuah hal yang seharusnya menjadi pelajaran bagi perpustakaan serta toko buku.

Internetisasi Jaringan
Selain penggarapan jaringan beserta aplikasi di dalamnya, Divisi Teknologi Informasi juga secara bersamaan menata koneksi Internet. Awalnya, Freedom Institute berlangganan Internet tipe rumahan menggunakan CBN dengan jaringan Kabelvision. Namun, seiring perkembangan dan kebutuhan, jenis langganan kemudian di-upgrade menjadi ADSL CBN.

Resikonya, dengan adanya beberapa komputer yang terhubung dengan Internet maka kecepatan akses pun akan terbagi menjadi lebih kecil. Akhirnya, Divisi Teknologi Informasi memberikan solusi penggunaan jasa provider Lintasarta
guna mendukung kelancaran operasional. Kini, Freedom Institute menggunakan Lintasarta dengan sistem koneksi Wave LAN.

Sedangkan website resmi Freedom Institute, awalnya dikerjakan oleh pihak ketiga secara outsourcing. Setelah Divisi Teknologi Informasi terbentuk, website tersebut dikerjakan langsung oleh oleh kalangan internal sendiri. Lokasi hosting atau web server-nya sendiri berada di luar sistem Freedom Institute, yakni di IndoGlobal.

Stock Opname
Salah satu tugas Divisi Teknologi Informasi adalah merawat atau maintenance semua sistem yang berkaitan dengan teknologi informasi. Layaknya sebuah penerbitan atau toko buku, Perpustakaan Freedom juga mengenal istilah stock opname. Yakni pendataan ulang semua stok koleksi yang tersedia saat itu, serta membandingkannya dengan catatan seharusnya. Pada saat itulah, perawatan dan pengembangan sistem informasi dilakukan. Maintenance yang dilakukan meliputi pemeriksaan sistem, database dan website.

Frekuensi stock opname-nya terhitung padat. Yakni sekitar 3 bulan sekali atau ada permintaan khusus dari jajaran direksi. Pada saat stock opname tersebut, selain bisa diketahui database yang harus di-update, juga akan diketahui jumlah koleksi yang hilang. Dalam satu periode stock opname, jumlah yang hilang relatif sedikit, yakni antara 15 hingga 18 buku.

Sedangkan perawatan komputer dilakukan setiap hari. Baik untuk sistem operasi, sofware maupun jaringan lokal. Untungnya, jaringan lokal terbagi atas 3 Switch Hub yang melayani semua jaringan. Sehingga perawatan bisa dilakukan bergiliran tanpa perlu mematikan semua akses ke jaringan.

Topologi jaringannya juga sederhana. Semua implementasi teknologi informasi di Freedom Institute memang khusus diciptakan untuk kemudahan.

Nah sekarang, jika agak trauma dengan perpustakaan, baiknya Anda meluangkan waktu ke Perpustakaan Freedom. Selain meng-update diri dengan perkembangan wacana, Anda juga bisa berlatih membiasakan diri membaca bacaan bermutu. Bebas kok datang ke sana.

Freedom gitu loh!

sumber: http://www.pcmedia.co.id

Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter!

Comments

You must be logged in to post a comment.

Artikel Terpopuler
May 27, 2021, 2:25 PM -
Apr 9, 2021, 10:58 AM - Admin
May 27, 2021, 3:04 PM -