18 Mei 2012
  • Yahoo Messenger

freedom institute » CENTER FOR DEMOCRACY, NATIONALISM, AND MARKET ECONOMY STUDIES

PENDAFTARAN AKADEMI MERDEKA
“Perspektif Kebebasan dan Ide Kemajuan”

image Freedom Institute dan Friedrich Naumann Foundation for Freedom (FNF) membuka kesempatan pendidikan singkat bagi mahasiswa S-1, Akademi Merdeka yang akan diadakan di Sukabumi, Jawa Barat (25-27 Mei).

Akademi Merdeka adalah sebuah program pendidikan karakter bagi mahasiswa yang telah kami selenggarakan sejak awal 2010. Selain dengan FNF, kami juga bekerjasama dengan Atlas Economic Research Foundation (Amerika Serikat), Institute for Democracy and Economic Affairs (Malaysia), dan beberapa donatur lain dari dalam maupun luar negeri.
share on facebook share on twitter
BERITA SEBELUMNYA
imageHans Bague Jassin (1917-2000) bukan hanya kritikus dan dokumentator sastra. Dia adalah satu-satunya kritikus-dan-dokumentator di tanah air kita. Dalam dirinya amalan kritik dan dokumentasi tidak terpisahkan. H.B. Jassin bukan hanya seseorang, tapi sebuah lembaga, yang seringkali identik dengan sastra Indonesia itu sendiri.

Dalam menegakkan kerja kritik-dan-dokumentasi tersebut, Jassin justru bertolak dari hal mendasar, yaitu hasrat akan sastra—dan besaran hasrat atau kecintaan tak dimiliki oleh siapapun selain Jassin sendiri. Demikianlah yang ditekankan oleh dua pembicara, Bagus Takwin (penulis filsafat, pengulas sastra) dan Agus R. Sarjono (penyair dan redaktur sastra) dalam diskusi membahas karya dan pemikiran Jassin di Freedom Institute, 22 September 2011.

Menurut Bagus Takwin, Jassin terus menerus merasa, berpikir dan bertindak untuk kesusastraan. Jassin terus berusaha menggiatkan mentalnya untuk berfungsi menghasilkan tindakan-tindakan sastra. Ia terus menerus memberi perhatian kepada sastra dan melibatkan dirinya dengan sastra.
imagePada awalnya saya menyangka hanya iseng, ketika seorang kawan YFN, Jaylani, mengajak untuk memancing di tengah laut sambil bakar ikan di sebuah pulau terpencil. “Ah gak ah... Saya gak ikut, mending tidur aja sambil nonton TV”, Jawabku. Tapi bayangan asyiknya “mancing mania” dan keelokan sebuah pulau akhirnya membuyarkan rencanaku untuk istirahat. Setelah persiapan seadanya, berangkatlah kami ke Pelabuhan Nusantara, pelabuhan utama di Kota Kendari, tempat memulai ekspedisi ke pulau Bahu. Setiba di pelabuhan, sebuah perahu 'wisata' telah menunggu dan siap mengantar kami ke Pulau Bahu.

Pelabuhan dimana-mana selalu sama. Dia acuh tak acuh dengan segala sangkaan orang. Pelabuhan selalu narzis dengan kapasitas yang dimilikinya, angkuh dengan kemampuannya mendistribusikan kemakmuran kepada semua orang. Pelabuhan selalu bangga menjadi bagian penting dalam sejarah panjang pasar bebas. Dia tidak peduli terhadap latar belakang suku, agama, warna kulit dan keyakinan yang dimiliki penggunanya.
imageGeorgia adalah sebuah negeri kecil berpenduduk 4,5 juta jiwa. Negeri bekas jajahan Uni Soviet ini belakangan cukup mengejutkan para pengamat korupsi dan reformasi birokrasi karena pencapaiannya yang luar biasa dalam menjalankan reformasi politik. Dibanding negara-negara di sekitarnya yang berusaha keluar dari cengkeraman Komunisme, Georgia terbilang sukses dan paling berhasil dalam menjalankan reformasi politik. Apa yang membuat negeri yang merdeka dari Uni Soviet pada 1991 itu begitu sukses?

Rahasia keberhasilan Georgia dalam memberantas korupsi diungkapkan oleh Larisa Burakova, seorang sarjana Rusia yang kini banyak melakukan studi tentang Georgia. Dalam diskusi publik yang dipandu oleh Luthfi Assyaukanie 27 Februari silam, Larisa menjelaskan mengapa negeri kecil itu cukup berhasil dan layak dijadikan model untuk reformasi birokrasi. Menurut wanita yang kini tengah melakukan penelitian di China, ada tiga kata kunci dalam keberhasilan reformasi di Georgia, yakni debirokratisasi, liberalisasi, dan privatisasi. Tiga program inilah yang dijalankan secara cukup konsisten oleh pemerintah Georgia sejak negeri itu merdeka dari Uni Soviet 21 tahun silam.
imageTidak ada kata lain yang lebih pantas untuk diucapkan selain “Alhamdulillah. Luar biasa!” Akhirnya Komunitas Jazz Kemayoran (KJK) mendapatkan tempat yang sesuai untuk menuangkan segala kreatifitasnya. Di tempat tersebut, yaitu Taman Wisma Proklamasi, Freedom Institute, para penampil bisa sangat diterima dan dihargai, dan semua bentuk ekspresinya mendapat sambutan yang baik. Atmosfir jazzy. di sana didukung oleh oleh lingkungan fisik berupa taman rimbun dan bangunan lapang minimalis.

Di sana terdapat juga Warung Kopi Proklamasi, sebuah caffe yang unik yang menyediakan sejumlah makanan tradisional dan penganan dari negeri luar dengan harga yang terjangkau. Terdapat juga perpustakaan umum Freedom Institute, yang rencananya akan menjadi salah satu perpustakaan jazz di Jakarta. Aula yang nyaman untuk workshop, seminar, dan nonton film bareng, dibangun berdekatan dengan taman asri di mana pertunjukkan dan jam session berlangsung.
Laporan Kegitan Freedom Institute 2011 EFN Converence Aku, Pensil This CD is a mini library of classical and modern texts that discuss and explain the beneficial effects of free societies and the institutional arrangements that underpin them Membela Hak Individu dalam Politik dan Ekonomi banner freelib banner diskusi banner penghargaan
VIDEO PROFIL


VIDEO
FOTO


Â