freedom institute » CENTER FOR DEMOCRACY, NATIONALISM, AND MARKET ECONOMY STUDIES

8 Februari 2010 facebook.com myspace.com stubble blogmarks del.icio.us digg Fark Furl Ma.gnolia NewsVine OkNotizie Reddit Shadows Simpy Spurl Segnalo TailRank Technorati YahooMyWeb

“Membela Hak Individu dalam Politik dan Ekonomi”
Lido Lakes Resort Hotel, Sukabumi, Jawa Barat | 26 – 28 Februari 2010

Apakah Akademi Merdeka?
Akademi Merdeka adalah kursus pendek yang dirancang untuk membantu mahasiswa mengenal ide-ide emansipasi manusia, khususnya sejarah dan filsafat individualisme, hak kepemilikan, pasar, pemerintahan minimal, hak asasi manusia, dan kedaulatan hukum. Forum belajar ini menghadirkan para pakar pemikiran dan fasilitator berpengalaman sebagai mitra belajar bagi mahasiswa. Penyelenggara menyediakan materi bacaan serta akomodasi penginapan dan makan-minum bagi peserta. Momentum 100 hari pertamanya akan segera berlalu. Pro kontra telah muncul soal kinerja SBY sejauh ini, ada yang optimis ada yang pesimis. Yang jelas awal pemerintahannya banyak terganggu, seperti oleh tarik-ulur politik terkait kasus Bank Century. Polemik CAFTA pun, bagi pengritiknya, seolah-olah menunjukkan tidak fokusnya SBY menyejahterakan rakyat. Agenda pembangunan prasarana sosial dan ekonomi seolah-olah tertinggal.
BERITA SEBELUMNYA
28 Januari 2010 kemarin, tepat 100 hari usia pemerintahan SBY-Boediono. Berbagai kalangan menyoroti masa ini untuk melihat bagaimana kira-kira kinerja pemerintahan ini 4-5 tahun ke depan. Momentum 100 hari pertama kinerja SBY-Boediono inilah yang coba dicermati oleh Freedom Institute dan Friedrich Naumann Stiftung (FNS) dengan menggelar diskusi publik "100 Hari SBY dan Arah Ekonomi Indonesia,” pada Selasa, 2 Februari 2010, pukul 18.00-21.00. Dua orang pembicara ditampilkan dalam diskusi ini: Dr. M. Chatib Basri, Staf Ahli Menteri Keuangan, dan Dr. Umar Juoro, Peneliti Senior The Habibie Centre. Diskusi ini dipandu langsung oleh Direktur Eksekutif Freedom Institute: Dr. Rizal Mallarangeng.
VIVAnews - Pasca maraknya desakan politik terkait kasus Century, Pemerintah diperkirakan tidak memiliki keberanian mengambil kebijakan tidak populis seiring menguatnya political capital selama beberapa waktu terakhir. "Pemerintah tidak mempunyai keberanian untuk ambil tindakan tidak populis," ujar Staf Ahli Menteri Keuangan M Chatib Basri dalam Diskusi Freedom Institute 100 Hari SBY dan Arah Ekonomi Indonesia di Wisma Proklamasi, Jalan Proklamasi, Jakarta, 2 Februari 2010.
VIVAnews - Peneliti Senior The Habibie Center Umar Juoro menilai pencapaian program 100 hari ekonomi Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II baru sebatas pemberian tanda check list terhadap rencana program serta administrasi, namun belum dirasakan masyarakat. "Dari sisi pengamat dan pelaku ekonomi mereka tidak melihat hal itu dan masyarakat tidak perduli dengan peraturan yang dibuat," ujar Umar Juoro dalam Diskusi Freedom Institute 100 Hari SBY dan Arah Kebijakan Ekonomi di Wisma Proklamasi, Jakarta, Selasa malam, 2 Februari 2010.
Muktamar NU yang akan digelar pada Maret depan bakal diwarnai suasana syahdu karena masih cukup dekat dengan memori meninggalnya tokoh besar mereka: KH Abdurrahman Wahid. Forum pertemuan terbesar kaum Nahdliyin itu ditunggu banyak orang, khususnya karena muktamar itu bakal memilih Ketua PBNU, yang akan memimpin organisasi ini selama lima tahun ke depan. Di tengah keterpurukannya, NU sekarang memerlukan seorang pemimpin baru, yang visioner, punya karakter kuat, serta mampu memainkan peran seperti Gus Dur memainkan perannya pada era 1980an.
Hari Minggu kemarin, 29 Nopember 2009, Freedom Institute memperingati dan merayakan ulang tahun Des Alwi yang ke-84. Acara yang cukup meriah ini diselenggarakan di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta dengan dihadiri sekitar 200an tamu undangan yang berasal dari kerabat keluarga dan teman-teman Des Alwi dan Freedom Institute. Hadir diantara undangan tersebut Wakil Presiden RI Bapak Boediono beserta Ibu Herawati Boediono, Bapak Emil Salim dan isteri, Ibu Meutia Hatta dan Bapak Sri Edi-Swasono, Duta Besar Amerika Serikat, Duta Besar Belanda, Bapak Agust Parengkuan, Bapak Fikri Jufri, Ibu Hamid Algadri, dan banyak lagi.
B A N N E R
Membela Hak Individu dalam Politik dan Ekonomi Laporan Kegiatan Desember 2007 - November 2008 banner agenda 2009 banner gerakan kebebasan sipil banner kpw banner freelib banner diskusi banner penghargaan