PADA MULANYA KEBEBASAN
Semua bermula dari sebuah keinginan
untuk membangun lembaga pemikiran
yang dapat menampung gagasan dan
semangat kebebasan. Adalah Rizal
Mallarangeng yang melontarkan gagasan
pendirian lembaga itu. Pertengahan 2001,
Rizal, yang baru kembali dari studinya di
Amerika Serikat, mengumpulkan beberapa
temannya di Jakarta, untuk membantunya
merealisasikan ide tersebut. Mendirikan
sebuah lembaga tidaklah sulit, tapi
mengembangkannya dan merawatnya
menjadi sebuah institusi yang berhasil, tentu
bukan pekerjaan mudah. Lembaga yang
bagus memerlukan dukungan sumber daya
manusia yang baik dan dana yang besar.
Rizal beruntung karena dia memiliki jaringan
yang luas untuk mendapatkan kedua-
duanya.
November 2001, dari sebuah hotel di Tokyo, ide untuk mendirikan lembaga itu mendapatkan titik terang. Aburizal Bakrie yang waktu itu ikut dalam rombongan presiden Megawati melawat Jepang menyatakan kesediaannya mendanai lembaga tersebut. Rizal yang ketika itu masih sebagai penulis pidato presiden merasa senang, karena keinginannya untuk mendirikan lembaga pemikiran yang prestisius bakal menjadi kenyataan. Lalu, dimulailah rapat-rapat pembentukan lembaga dimaksud. Setelah beberapa kali pertemuan, rencana pendirian lembaga itu akhirnya diwujudkan. Kemudian, dipilihlah sebuah rumah di Jalan Irian, Menteng, sebagai kantor lembaga yang sampai didirikan belum memiliki nama itu.
Nama "Freedom Institute" baru ditemukan belakangan. Setelah berhari-hari mencari nama yang pas dan tak kunjung mendapat, akhirnya, pada suatu sore di pantai Jimbaran, Bali, Rizal menemukan nama itu. Mendapatkan kata "freedom" seperti menemukan sebuah planet di gugus alam raya di malam hari. Kata itu sudah ada di sana, tapi ia belum pernah digunakan sebelumnya sebagai nama lembaga pemikiran di Indonesia. Kata "freedom" akan sangat cocok dengan keinginan awal untuk membangun sebuah lembaga yang mengusung kebebasan. Bukankah arti freedom adalah kebebasan?
Sesuai dengan cita-cita awal, Freedom Institute kemudian menjadi lembaga pengusung gagasan kebebasan, dengan sepenuh makna kata ini. Kebebasan adalah pilar bagi demokrasi dan kesejahteraan. Lewat program-program dan kegiatan-kegiatannya, Freedom Institute berusaha menyebarluaskan gagasan dan semangat kebebasan ke seluas mungkin publik Indonesia. Sejak berdiri, lembaga ini berkonsentrasi pada penyebaran ide dan advokasi menyangkut isu-isu politik, ekonomi, sosial, dan budaya.
Misi utama Freedom Institute adalah menyebarkan ide yang dalam hal ini dilakukan lewat beragam kegiatan seperti diskusi publik, seminar, wawancara radio, lokakarya, penulisan artikel, penulisan dan penerjemahan buku. Kegiatan-kegiatan lain, seperti penyelenggaraan perpustakaan publik, pelatihan, serta pemberian penghargaan, merupakan bentuk lain dalam penyebarluasan dan apresiasi terhadap kebebasan. Sebagai lembaga nirlaba yang independen, Freedom Institute berkomitmen untuk terus memper- juangkan terciptanya kebebasan, demokrasi, dan kesejahteraan di Indonesia.
Sejak berdiri, Freedom Institute meyakini bahwa kebebasan individu merupakan tolok ukur bagi kemajuan politik, ekonomi, sosial, dan budaya di Indonesia. Tidak ada demokrasi tanpa kebebasan individu, tidak ada kebebasan individu tanpa masyarakat dan negara yang mendukungnya. Freedom Institute percaya bahwa kebebasan politik akan melahirkan demokrasi, sementara kebebasan ekonomi akan melahirkan kesejahteraan bagi masyarakat.
November 2001, dari sebuah hotel di Tokyo, ide untuk mendirikan lembaga itu mendapatkan titik terang. Aburizal Bakrie yang waktu itu ikut dalam rombongan presiden Megawati melawat Jepang menyatakan kesediaannya mendanai lembaga tersebut. Rizal yang ketika itu masih sebagai penulis pidato presiden merasa senang, karena keinginannya untuk mendirikan lembaga pemikiran yang prestisius bakal menjadi kenyataan. Lalu, dimulailah rapat-rapat pembentukan lembaga dimaksud. Setelah beberapa kali pertemuan, rencana pendirian lembaga itu akhirnya diwujudkan. Kemudian, dipilihlah sebuah rumah di Jalan Irian, Menteng, sebagai kantor lembaga yang sampai didirikan belum memiliki nama itu.
Nama "Freedom Institute" baru ditemukan belakangan. Setelah berhari-hari mencari nama yang pas dan tak kunjung mendapat, akhirnya, pada suatu sore di pantai Jimbaran, Bali, Rizal menemukan nama itu. Mendapatkan kata "freedom" seperti menemukan sebuah planet di gugus alam raya di malam hari. Kata itu sudah ada di sana, tapi ia belum pernah digunakan sebelumnya sebagai nama lembaga pemikiran di Indonesia. Kata "freedom" akan sangat cocok dengan keinginan awal untuk membangun sebuah lembaga yang mengusung kebebasan. Bukankah arti freedom adalah kebebasan?
Sesuai dengan cita-cita awal, Freedom Institute kemudian menjadi lembaga pengusung gagasan kebebasan, dengan sepenuh makna kata ini. Kebebasan adalah pilar bagi demokrasi dan kesejahteraan. Lewat program-program dan kegiatan-kegiatannya, Freedom Institute berusaha menyebarluaskan gagasan dan semangat kebebasan ke seluas mungkin publik Indonesia. Sejak berdiri, lembaga ini berkonsentrasi pada penyebaran ide dan advokasi menyangkut isu-isu politik, ekonomi, sosial, dan budaya.
Misi utama Freedom Institute adalah menyebarkan ide yang dalam hal ini dilakukan lewat beragam kegiatan seperti diskusi publik, seminar, wawancara radio, lokakarya, penulisan artikel, penulisan dan penerjemahan buku. Kegiatan-kegiatan lain, seperti penyelenggaraan perpustakaan publik, pelatihan, serta pemberian penghargaan, merupakan bentuk lain dalam penyebarluasan dan apresiasi terhadap kebebasan. Sebagai lembaga nirlaba yang independen, Freedom Institute berkomitmen untuk terus memper- juangkan terciptanya kebebasan, demokrasi, dan kesejahteraan di Indonesia.
Sejak berdiri, Freedom Institute meyakini bahwa kebebasan individu merupakan tolok ukur bagi kemajuan politik, ekonomi, sosial, dan budaya di Indonesia. Tidak ada demokrasi tanpa kebebasan individu, tidak ada kebebasan individu tanpa masyarakat dan negara yang mendukungnya. Freedom Institute percaya bahwa kebebasan politik akan melahirkan demokrasi, sementara kebebasan ekonomi akan melahirkan kesejahteraan bagi masyarakat.
PROGRAM DAN KEGIATAN
Tujuan utama Freedom Institute adalah
menggalakkan pemikiran, pertukaran ide,
diskusi, penelitian, dan penerbitan buku-
buku bermutu. Untuk mendukung tujuan itu,
Freedom Institute membangun sebuah
perpustakaan umum dengan berbagai
koleksi bermutu dari bidang filsafat, politik,
ekonomi, sosial, budaya, agama, dan
sastra. Koleksi perpusatakaan Freedom
ditujukan baik untuk kalangan akademi
maupun umum.
Sebagai lembaga pendorong majunya dunia pemikiran di Indonesia, Freedom Institute juga bercita-cita membangun suatu "komunitas epistemis liberal," tempat eksplorasi ide dan gagasan yang bersifat rintisan di pelbagai bidang, terutama di bidang pemikiran politik, budaya, dan ekonomi. Untuk itu, Freedom Institute mengadakan diskusi bulanan, lokakarya pemikiran, dan kelas terbatas mengenai pemikiran tokoh-tokoh tertentu.
Selain itu, Freedom Institute juga memfasilitasi sejumlah peneliti dari dalam dan luar negeri untuk melakukan riset, baik riset dasar yang bersifat penjelajahan teoretis maupun penelitian lapangan yang bersifat empiris. Freedom Institute juga mengusahakan penerbitan buku, baik karya asli maupun terjemahan. Bekerjasama dengan lembaga-lembaga lain, Freedom menerbitkan buku-buku penting yang berpengaruh bagi perubahan masyarakat.
Untuk menyemai gagasan-gagasan yang dianggap penting bagi pemajuan kehidupan politik dan ekonomi, Freedom Institute mengadakan pelatihan bagi pekerja media yang diselenggarakan setidaknya dua kali dalam setahun. Tujuan pelatihan ini adalah untuk memberikan perspektif yang luas dan mendalam tentang sejumlah isu penting menyangkut kedua bidang itu. Demi meluaskan jangkauan penyebaran gagasan, Freedom Institute juga membuat sebuah acara talkshow yang disiarkan ke 40 stasiun radio di seluruh Indonesia.
Untuk menggairahkan iklim pemikiran, Freedom Institute menyelenggarakan penghargaan bagi putra-putri bangsa yang dinilai berprestasi di bidangnya masing- masing. Selain itu, untuk merangsang semangat generasi muda Indonesia, Freedom Institute juga memberikan beasiswa kepada siswa-siswi berprestasi untuk melanjutkan studi di perguruan tinggi baik di dalam maupun luar negeri.
PETA LOKASI:
ALAMAT
Jl. Proklamasi No.41 Menteng Jakarta Pusat 10320
Telepon: (021) 31909226
Fax: (021) 31909227
Website: http://www.freedom-institute.org
E-mail: office[at]freedom-institute.org
