Laporan Diskusi Forum Politik: Politik Kebebasan Beragama
Feb 21

Laporan Diskusi Forum Politik: Politik Kebebasan Beragama

DB140219-01j_zps76f67395

Oleh :  Didiet Budi Adiputro

Sudah 67 tahun merdeka, Indonesia ternyata masih menyimpan masalah intoleransi yang cukup membahayakan. Meskipun sudah dijamin oleh konstitusi, tapi faktanya toh masyarakat masih banyak yang tidak bisa merasakan nikmatnya kebebasan beragama dan menjalankan ibadah.

Dari penilitian, pelanggaran kebebasan beragama ternyata tidak hanya dilakukan oleh kelompok masyarakat atau ormas tertentu yang kerap menebar teror kebencian. Tapi negara yang harusnya hadir memberikan perlindungan kebebasan beragama ternyata juga menjadi pelaku pelanggaran hak asasi ini.

Diskusi Forum Politik kali ini menghadirkan tema "Politik Kebebasan Beragama". Para calon legislator diuji visi dan komitmennya tentang kebebasan beragama. Mereka adalah Zuhairi Misrawi dari PDI Perjuangan, Baron Basuning dari Partai Gerindra, dan Kastorius Sinaga mewakili Partai Demokrat.

Pada dassarnya ketiga politisi ini sepakat kebebasan beragama masih menjadi problem yang serius di republik ini. Zuhairi yang selama ini dikenal sebagai aktivis muslim moderat menegaskan bahwa Indonesia sebenarnya masih kekurangan peraturan perundangan yang menjamin masyarakat bebas melaksanakan kebebasan beragama secara hakiki. Keberpihakan Presiden SBY kepada kelompok minoritas yang mendapat diskriminasi juga dinilai hanya sekedar lip service. Dalam kasus Syiah di Sampang Madura misalnya, alih - alih tampil kedepan untuk memberi keputusan yang menenangkan semua pihak, Presiden malah menyerahkan penanganan pengungsi syiah yang terkatung - katung kepada pemuka agama disana. Pemimpin republik dinilai tidak mau mengambil resiko untuk berpihak pada yang lemah.

Kegamangan pemimpin untuk membela kebebasan beragama juga diamini Baron yang seorang seniman. Dia menilai berbagai kekerasan dan aksi diskriminatif bagi minoritas yang terus terjadi semata mata karena tidak adanya kepemimpinan yang tegas. "Kita cuma butuh pemimpin tegas yang mampu membela kebebasan", ujar kader Prabowo ini.

Sementara Kastorius justru menilai Presiden SBY sudah melakukan tindakan yang tepat untuk menjamin kebebasan beragama. Kesan tidak tegas atau berdiam diri yang selama ini dialamatkan ke SBY itu lebih karena Presiden tidak mau mengintervensi hukum. Selain Aparat kepolisian juga memiliki kegamangan sendiri di lapangan dalam mengatasi konflik karena agama. Hal ini karena kepolisian memang selama ini tidak dibekali petunjuk lapangan yang khusus untuk menangani konflik berbau SARA. "Tidak ada juklap khusus dari atas, sehingga polisi di wilayah mengintepretasikan masing - masing, cara menangani kekerasan agama", tekan Kastorius. Karena sensitif dan bisa memicu meluasnya eskalasi konflik, kepolisian jadi kerap ragu untuk secara represif menghentikan konflik dan
menindak pelaku kekerasan.

Hadir juga komisioner Komnas Perempuan Andy Yentriyani yang membeberkan banyak fakta betapa menderitanya sebagian masyarakat minoritas yang memiliki agama atau kepercayaan diluar yang diakui secara resmi oleh pemerintah. Mulai dari hidup tidak tenang, mendapat pengucilan sosial, sampai diskiriminasi dalam mendapatkan dokumen - dokumen administrasi yang wajib dimiliki warga negara. "Bayangkan mereka banyak yg tidak bisa membuat KTP karena agamanya tidak diakui pemerintah, tapi jelang pemilu mereka punya kartu pemilih untuk mencoblos. Ini aneh!", ujar Andy.

Meskipun topiknya sudah kerap dibahas, tapi diskusi tetap berlangsung hangat. Bahkan wacana pembubaran Kementerian Agama sebagai akar masalah diskriminasi kebebasan beragama juga muncul disini.

Forum Politik untuk menelaah masa depan Indonesia pasca pemilu 2014 ini diselenggarakan oleh setiap minggu oleh Youth Freedom Network. Dengan didukung penuh Freedom Institute dan Friedrich Naumann Foundation, acara ini akan terus menghadirkan para politisi yang akan bertarung di pemilu mendatang untuk diuji visinya tentang masa depan republik.

Dokumentasi:

Audio

Foto

Video

Author: Wahyu
Print PDF

Dengarkan

Freedom Audio

Kumpulan rekaman
audio dan diskusi Freedom Institute

BUKA PODCAST FREEDOM >>

Freedom Institute

Surat Berkala

Terima undangan dan berita terbaru Freedom Institute  

DAFTAR SURAT BERKALA >>

Baca

Buku Freedom

Temukan koleksi buku terbaru perpustakaan Freedom Institute

Cari disini >>

2012 FREEDOM INSTITUTE. All rights reserved.

Google+