Laporan Diskusi Forum Politik: Membedah Visi Kesejahteraan Para Caleg
Mar 27

Laporan Diskusi Forum Politik: Membedah Visi Kesejahteraan Para Caleg

DB140312-01a zps29ea841f

Oleh: Budi Adiputro

Menjelang pemilu tema kesejahteraan masih menjadi masalah penting  yang dibicarakan dan diprediksi menjadi bahan jualan utama di masa kampanye kali ini.
Berbagai persoalan mulai dari kemiskinan, kesenjangan, tenaga kerja, pertanian, korupsi sampai kordinasi antar pemerintah pusat dan daerah dianggap jadi biang keladi yang menghambat terwujudnya Indonesia yang sejahtera.

Dalam Forum Politik untuk melihat masa depan Indonesia pasca pemilu 2014 kali ini, tema yang diangkat adalah kesejahteraan. Para calon anggota parlemen berlomba mengadu visi dan pengetahuan mereka tentang permasalahan kesejahteraan masyarakat. Mereka adalah Tb Ace Hasan Syadzily dari Partai Golkar, Luluk Nur Hamidah dari PKB, serta Imelda Sari dari Partai Demokrat.

Menurut Ace kemiskinan dan kesenjangan masih menjadi persoalan utama yang sulit sekali dientaskan, termasuk di daerah tempat dia mencalonkan yakni Banten. Bagi pria yang saat ini duduk sebagai anggota DPR ini, kordinasi yang lemah antar pemerintah justru jadi penyebab buruknya penyelesaian masalah kesejahteraan. Peraturan yang tumpang tindih, dan malas kordinasi justru membuat anggaran yang besar menjadi tidak tepat sasaran. "Program pro rakyat harus terus dilakukan, karena memang anggarannya besar sekali", ujar Ace.

Sementara itu Imelda merasa postur anggaran yang besar ini sebenarnya bisa lebih digenjot lagi dengan strategi pajak yang tepat. Misalnya menurunkan ketentuan pajak penghasilan, pemutihan pajak di masa lalu, tapi harus menggenjot jumlah wajib pajak. Dengan pemasukan yang besar dan postur anggaran yang adil program - program pengentasan kemiskinan bisa berjalan semakin baik. Termasuk memperbaiki skill tenaga kerja kita yang harus berkompetisi dengan persaingan global.

Sementara bagi Luluk, ancaman justru datang dari luar Indonesia. Seperti layaknya seorang aktivis kiri, Luluk dengan lantang mengemukakan bagaimana pemerintah Indonesia tidak berdaya melawan cengkraman asing yang masuk lewat perusahaan multinasionalnya. Namun Luluk mengapresasi revolusi di akhir pemerintahan SBY yang berhasil menggolkan undang - undang desa. Dimana setiap desa dijanjikan akan menerima uang 600 juta sampai 1.2 miliar pertahunnya. Ini dilihat sebagai secercah harapan dari lemahnya postur anggaran.

Keberpihakan dan visi Presiden SBY terkait kesejahteraan sebenarnya sudah baik dan bisa diaplikasikan. "Pemikiran SBY terkait kesejahteraan telah diakui dunia, namun sayangnya visi itu bisa diterapkan di negara lain, bukan di pemerintahannya sendiri", sindir Wahyu Susilo dari Migrant Care.

Hadirnya para caleg yang juga mantan aktivis ini, membuat diskusi menjadi kaya dan menarik. Semangat yang ditularkan oleh para narasumber tentu diharapkan membuat kita semua yang hadir menjadi optimis republik ini bisa menatap masa depannya yang lebih baik setelah pemilu.

Dokumentasi Diskusi:

Audio (dropbox) 1:37:33

Foto (photobucket)

Video (youtube)

 

 

 

Author: yubud
Print PDF

Dengarkan

Freedom Audio

Kumpulan rekaman
audio dan diskusi Freedom Institute

BUKA PODCAST FREEDOM >>

Freedom Institute

Surat Berkala

Terima undangan dan berita terbaru Freedom Institute  

DAFTAR SURAT BERKALA >>

Baca

Buku Freedom

Temukan koleksi buku terbaru perpustakaan Freedom Institute

Cari disini >>

2012 FREEDOM INSTITUTE. All rights reserved.

Google+