Kebebasan, Lingkungan Dan Kesejahteran
May 16

Kebebasan, Lingkungan Dan Kesejahteran

 LL140509-10j zps84c62dd0

Billy Ariez*)

Perubahan iklim merupakan isu yang dibicarakan oleh banyak kalangan, mulai akademisi, aktifis lingkungan sampai pejabat pemerintatahan. Namun orang seriangkali mencampuradukkan antara perubahan iklim, pemanasan global (global warming) dan juga kerusakan lingkungan. Memanasnya suhu bumi, anomali cuaca yang terjadi dalam beberapa decade belakangan ini, kepunahan keaneka ragaman hayati serta kenaikan permukaan air laut merupakan hal-hal yang banyak dibahas yang dianggap sebagai dampak negatif perubahan iklim. Tanpa telaah yang mendalam, kondisi diatas selalu disimpulkan karena aktifitas ekonomi, industrialisasi dan eksploitasi alam, sebagai penyebab utama. Itulah gambaran umum yang tertanam dibenak peserta workshop “Politik Perubahan Iklim dan Ide-Ide Kebebasan” yang berasal dari mahasiswa dan young opinion leaders dari berbagai perguruan tinggi di Malang.

Dalam rangka membahas dan “meletakkan” persolan perubahan iklim sebagaimana mestinya, Freedom Institute bekerja sama dengan Friedrich Naumann Foundation for Freedom dan Youth Freedom Network menggelar workshop selama tiga hari di Hotel Graha Kartika Malang.

Sebanyak 22 peserta yang berasal dari Universitas Brawijaya (UB), Universitas Muhammadiah Malang (UMM), dan Universitas Islam Malang (UNISMA) diajak untuk membahas persoalan perubahan iklim dan pentingnya menjaga kebebasan. Luthfi Assyaukanie yang bertindak sebagai nara sumber menyampaikan hal-hal pokok yang berkaiatan dengan perubahan iklim.

Dalam presentasinya, Luthfi mangatakan: problem utama isu perubahan iklim adalah karena pendekatan parsial yang digunakan untuk membaca fenomena perubahan iklim. Padahal perubahan iklim merupakan isu yang berkaitan dengan banyak hal, antara lain: kebijakan ekonomi, kebijakan politik dan juga lingkungan hidup secara umum. Kesalahan kaum pejuang lingkungan hidup (environmentalist) adalah saat meletakkan persoalan perubahan iklim dalam dimensi lingkungan hidup semata-mata.Tidak hanya itu, kelompok ini bahkan telah menjadi peniup alarm (the alarmist) sepanjang hidupnya. Secara sederhana “The Alarmist” berarti kelompok yang suka menakut-menakuti, sehingga melahirkan kebijakan pengurangan aktivitas ekonomi yang pada akhirnya menjauhkan manusia dari kebebasan dan kesejahteraan.

Secara kodrati manusi lahir dengan membawa kebebasan. Bahkan peradaban manusia dibangun dan berkembang dari kebebasan. Sepanjang perjalanan sejarah perkembangan manusia, dilakukan dengan menaklukkan alam raya. Pada masa purba manusia membunuh hewan untuk dapat memenuhi kebutuhan makanan sebagai kebutuhan primer dan untuk dapat bertahan hidup. Sama halnya dengan manusia modern yang melakukan inovasi dan ekplorasi terhadap kekayaan alam untuk dapat menghadirkan kesejahteraan sebagai tujuan hidup. Dengan menjaga kebebasan dan kesejahteraan manusia, masalah-masalah perubahan iklim akan bisa ditanggulangi. Karena manusia mempunyai akal cerdas yang terbukti sepanjang sejarah peradaban manusia bisa mengatasi segala masalah yang melanda. Maka tidak berlebihan, jika Vaclav Klaus,mengatakan: “What is endangered: climate or freedom? What is stake is not environment. It is our freedom...”

*Penulis adalah facilitator pada acara freedom and the politics of climate change

 

Dokumentasi Diskusi:

Foto (photobucket)

Author: yubud
Print PDF

Dengarkan

Freedom Audio

Kumpulan rekaman
audio dan diskusi Freedom Institute

BUKA PODCAST FREEDOM >>

Freedom Institute

Surat Berkala

Terima undangan dan berita terbaru Freedom Institute  

DAFTAR SURAT BERKALA >>

Baca

Buku Freedom

Temukan koleksi buku terbaru perpustakaan Freedom Institute

Cari disini >>

©2012 FREEDOM INSTITUTE. All rights reserved.

Google+