Diskusi Politik: “Membahas Arsitektur Kabinet Jokowi”
Sep 25

 Arsitektur-Kabinet-Jokowi

Pada tanggal 15 September lalu, Joko Widodo atau lebih dikenal dengan nama Jokowi, Presiden terpilih pada Pilpres 2014, telah mengumumkan arsitektur kabinet yang akan dipimpinnya. Pertanyaannya, Bagaimana kita menyikapi postur kabinet Jokowi ini?

Inilah pertanyaan yang paling menyibukkan publik kita saat ini. Dalam kampanye Pilpres kemarin, Jokowi membuat sejumlah komitmen yang “appealing” atau menarik bagi masyarakat sipil yang merupakan basis pendukung dia, terutama masyarakat sipil perkotaan. Misalnya: Jokowi berjanji akan merancang kabinet profesional dengan komposisi yang didominasi kalangan profesional. Dia juga berjanji untuk membuat struktur kabinet yang ramping. Koalisi yang ia bangun juga koalisi yang “tanpa syarat”. Maksudnya, tanpa syarat bagi-bagi kursi kabinet.

Jokowi juga, dan ini menarik, membuka usulan nama-nama menteri dari publik. Ini adalah tindakan yang tanpa preseden dalam sejarah politik kita. Sejumlah kalangan dalam masyarakat sipil membuat inisiatif untuk menyusun daftar figur yang dianggap layak untuk menduduki pos-pos tertentu. Salah satunya adalah usulan yang dibuat oleh tim relawan Jokowi, atau media online seperti Detik.com.

Perkembangan semacam ini membawa janji segar bagi publik: bahwa Jokowi akan memulai tradisi “baru” dalam penyusunan kabinet. Tentu saja ini adalah hal yang sangat positif. Tetapi pertanyaannya: Apakah janji-janji ini akan terpenuhi? Bisa tidak politik yang ia bangun “koalisi tanpa syarat” ini berjalan? Bagaimana strategi Jokowi dalam pembagian kekuasaan (power sharing) di antara para pendukungnya? Bagaimana strategi pemerintahannya berhubungan dengan pihak legislatif yang dikuasai oleh koalisi lawan politiknya?

Nah, pertanyaan-pertanyaan inilah yang akan dikupas dalam Diskusi Politik Freedom Institute kerja sama dengan FNF Indonesia. Diskusi ini akan diselenggarakan pada:

Hari, tanggal: Selasa, 30 September 2014

Waktu                   : jam 19.00 – 21.00 WIB

Tempat                                : Ballroom Wisma Proklamasi

                                Jalan Proklamasi No. 41 Jakarta

Pembicara           1. Philips J. Vormonte, Ketua Departemen Politik & Hubungan Internasional Centre for

   Strategic and International Studies (CSIS)

2. Ulil Abshar Abdalla, Ketua Departemen Kajian & Kebijakan Partai Demokrat

3. Wandy N. Tuturoong, Pokja Lembaga Kepresidenan Tim Transisi JKW-JK

Moderator: Budi Adiputro, Youth Freedom Network

Diskusi Politik ini terbuka untuk publik dan tidak dipungut biaya. Untuk konfirmasi kehadiran sila hubungi Hendra : 0823-1203-8251. Kami tunggu. Terima kasih.

Salam,

Freedom Institute – FNF Indonesia

Author: Wahyu
Print PDF

Dengarkan

Freedom Audio

Kumpulan rekaman
audio dan diskusi Freedom Institute

BUKA PODCAST FREEDOM >>

Freedom Institute

Surat Berkala

Terima undangan dan berita terbaru Freedom Institute  

DAFTAR SURAT BERKALA >>

Baca

Buku Freedom

Temukan koleksi buku terbaru perpustakaan Freedom Institute

Cari disini >>

©2012 FREEDOM INSTITUTE. All rights reserved.

Google+