Mitigasi - Adaptasi Perubahan Iklim Untuk Keberlangsungan Hidup Kita
Oct 13

Mitigasi - Adaptasi Perubahan Iklim Untuk Keberlangsungan Hidup Kita

LL101014-07g zpsf84fdebb

Dalam filsafat, dikenal istilah Antroposentris. Yaitu sebuah paham yang meletakkan manusia adalah spesies paling pusat dan penting daripada spesies hewan atau lainnya. Antroposentrisme juga dapat diterjemahkan sebagai paham yang meletakkan penilain kenyataan melalui sudut pandang manusia yang esklusif. Cara pandang ini yang melatar belakangi lahirnya pandangan bahwa perubahan iklim terjadi karena dipengarui oleh perilaku manusia. Indikasi tersebut terlihat dengan adanya kenaikan temperatur permukaan air laut, perubahan pola musim hujan, degradasi lahan serta tingginya frekuensi kejadian perubahan iklim yang bersifat ekstrim(anomali cuaca). Perubahan iklim memberikan dampak yang nyata terhadap kehidupan dengan makin tingginya angka bencana alam, perubahan pola penyebaran beberapa penyakit, perubahan pola tanam dan pola panen yang terjadi di berbagai wilayah di Indonesia.

Berbagai hasil penelitian di bidang perubahan iklim yang selama ini dilakukan, mengindikasikan bahwa perubahan iklim dan dampaknya sedang terjadi di Indonesia. Peristiwa-peristiwa bencana yang terjadi di Indonesia, menunjukkan bahwaperubahan iklim bukan lagi sebuah isu. Perubahan iklim adalah sebuah fakta yang harus dihadapi oleh masyarakat di bumi. Terjadinya perubahan iklim berkaitan erat dengan perilaku manusia sekaligus iklim itu sendiri.

Kerentanan-kerentanan yang terjadi telah mulai mengancam kelangsungan kehidupan masyarakat yang jika tidak segera diantisipasi, dikhawatirkan akan mengganggu keberlangsungan kehidupan sekaligus pencapaian tujuan pembangunan di Indonesia. Hal ini mendorong kita untuk beradaptasi secara bijaksana terhadap perubahan iklim, sehingga kita dapat menyesuaikan diri dan memperkuat ketahanan dalam kehidupan.

Ada dua konsep utama yang diperkenalkan oleh regim moderniatas untuk menghadapi dampak perubahan iklim, yaitu mitigasi dan adaptasi.  Mitigasi dan adaptasi perubahan iklim adalah sebuah upaya yang dilakukan dalam menghadapi dampak perubahan iklim. Secara singkat, mitigasi berarti sebuah  usaha yang dilakukan untuk mencegah, menahan dan atau memperlambat efek gas rumah kaca yang menjadi penyebab pemanasan global di bumi.  Berkebalikan dengan mitigasi, adaptasi lebih kepada upaya yang dilakukan untuk menyesuaikan diri terhadap dampak perubahan iklim yang telah terjadi dan dirasakan oleh manusia di bumi.

Mitigasi perubahan iklim didefinisikan sebagai sebuah intervensi antropogenik untuk menurunkan tekanan antropogenik terhadap sistem iklim, termasuk didalamnya strategi untuk mengurangi sumber-sumber penghasil gas-gas rumah kaca dan meningkatkan penyerapan karbon. Terdapat beberapa pendekatan yang dapat digunakan, seperti dari sisi sosial, ekonomi, politik, dan teknologi; yang semuanya dapat mendukung penurunan emisi yang berkontribusi terhadap perubahan iklim.

Terdapat empat strategi utama penerapan mitigasi. Salah satunya adalah: Eliminasi, yaitu menghindari penggunaan alat-alat penghasil emisi gas rumah kaca. Tindakan ini memberikan penghematan biaya yang terbesar dan dapat langsung dirasakan. Contoh: Mematikan lampu saat tidak digunakan; mematikan A/C saat tidak ada orang didalam ruangan.

Startegi lainnya yang dpat dilakukan dalam mengatasi damapak perubahan Iklim adalah: Pengurangan. Yaitu sebuah tindakan dapat dilakukan dengan mengganti peralatan lama dan/atau mengoptimalkan struktur yang sudah ada. Tindakan mitigasi seperti ini sangat efektif dan dapat integrasikan ke dalam bisnis sehari-hari dengan usaha minimum. Contoh: Memasukkan efisiensi energi ke dalam pengambilan keputusan investasi

Hal lainnya yang dapat dilakukan dalam mengatasi perubahan iklim adalah Subtitusi. Sekalipun langkah ini memiliki konsekswensi atau implikasi biaya investasi yang tinggi. namun, akan melahirkan dampak positif terhadap penurunan potensi emisi melalui subtitusi sangatlah tinggi. Contoh: Penggunaan energi terbarukan untuk memenuhi kebutuhan listrik dan/atau pemanas.

Mitigasi perubahan iklim dapat juga dilakukan dengan merubahn habbit dalam hidup kita sehari hari. Efisiensi energi dapat dilakukan melalui substitusi ataupun melalui penghematan. Penghematan energi seringkali turut menurunkan emisi penyebab perubahan iklim. Penggunaan energi secara efisien juga dapat menghemat biaya.

Dalam menghadapi perubahan iklim, tidak ada “satu solusi untuk semua” dalam usaha efisiensi energi.  Justru sebaliknya, solusi bisa berbeda-beda tergantung dari kasus per kasus. Bagaimanapun juga, banyak tindakan efisiensi energi yang dapat diterapkan dengan biaya investasi rendah dan usaha minimum (tindakan tanpa/rendah biaya). Efisiensi energi yang membutuhkan biaya lebih tinggi harus diimbangi dengan penghematan biaya energi yang dikeluarkan.

Inilah beberapa catatan penting dari workshop Politik perubahan Iklim dan Gagasan Kemajuan yang diselenggarakan oleh Freedom Institute yang bekerja sama dengan Friedrich Naumann Stiftung di Oak Tree Emerald Semarang selam 3 hari, dari hari jumat, 10 Oktober- Minggu, 12 oktober 2014.

Dokumentasi Diskusi:

Foto (photobucket)

Author: yubud
Print PDF

Dengarkan

Freedom Audio

Kumpulan rekaman
audio dan diskusi Freedom Institute

BUKA PODCAST FREEDOM >>

Freedom Institute

Surat Berkala

Terima undangan dan berita terbaru Freedom Institute  

DAFTAR SURAT BERKALA >>

Baca

Buku Freedom

Temukan koleksi buku terbaru perpustakaan Freedom Institute

Cari disini >>

©2012 FREEDOM INSTITUTE. All rights reserved.

Google+