Hadirkan Para Pakar, Youth Freedom Network Diskusikan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)
May 16

Hadirkan Para Pakar, Youth Freedom Network Diskusikan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)

20140509 seminar umm malang

Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) akan diberlakuka pada tahun 2015. MEA sebenarnya dirancang sebagai respon atas krisis ekonomi yang melanda kawasan ASEAN pada pertengahan tahun 90-an. Para kepala Negara dikawasan ASEAN menyadari pentingnya konsolidasi untuk memperkuat ketahanan politik, keamanan, sosial budaya dan ekonomi regional. Dari situlah mereka menyepakati pembentukan komunitas ASEAN atau yang dikenal Bali Concord II karena diambil dalam KTT ASEAN ke-9 di bali pada tahun 2003.

Khusus dalam bidang ekonomi, atau Masyarakat Ekonomi ASEAN, kesepatakan diperkuat melalui cetak biru yang disetujui dalam KTT ASEAN ke -13 di Singapura, November 2007. Inti dari program ini adalah liberalisasi pasar dikawasan ASEAN yang dimulai pada tahun 2015. Artinya arus barang, jasa, tenaga kerja, modal dan inverstasi akan dibuat lebih bebas. Tak boleh lagi ada hambatan fiscal dan non fiscal yang mengganggu arus bebas dalam hubungan ekonomi diantara negara anggota.

Secara teoritis, yang paling untung dari pasar terbuka dan kompetitif adalah konsumen. Mereka mendapat beragam pilihan, harga yang rendah dan membaiknya layanan. Hal yang sama pernah terjadi saat Indonesia membuka sector perbank-an pada tahun 1980-an serta industry telekomunikasi pada pertengahan 1990-an. Kelas menengah yang berkembang pesat di ASEAN akan menjadi pemicu yang kuat untuk terbentuknya MEA.

Luthfi Assyaukanie yang hadir sebagai pembicara dari Freedom Institute menyampaikan MEA sudah direncanakan sejak lama. Secara resmi, proyek ini merupakan implementasi dari KTT ASEAN ke-9 yang dikenal dengan Bali Concord II, tahun 2003. Sedangkan tujuan utama MEA adalah meningkatkan kemajuan dan kesejahteraan di kawasan Asia Tenggara.

Selain menghadirkan tantangan, MEA juga memiliki peluang yang besar. Antara lain: Lapangan kerja semakin luas, Meningkatkan daya saing internasional, memaksimalkan potensi manusia serta Membangun hubungan dengan negara lain.

Menurut Dosen Universitas Paramadina ini, Sejak 15 tahun terakhir, GDP Indonesia tumbuh hampir 10 kali lipat. Bahkan pertumbuhan ekonomi Indonesia salah satu yang terbaik di dunia selain India dan China. Kondisi ini ditopang oleh adalanya stabilitas politik dan demokrasi sebagai modal penting yang menyebabkan pertumbuhan ekonomi.

 

20140509 perbandingan ekonomi di-kawasan ASEAN

Perbandingan ekonomi di kawasan ASEAN

 

Selain menghadirkan Luthfi Assyaukanie, Seminar MEA juga menghadirkan Dr. Moritz selaku direktur FNF Indonesia dan Dr. Habib direktur American Corner UMM.

 

Dokumentasi Diskusi:

Foto (photobucket)

Author: yubud
Print PDF

Dengarkan

Freedom Audio

Kumpulan rekaman
audio dan diskusi Freedom Institute

BUKA PODCAST FREEDOM >>

Freedom Institute

Surat Berkala

Terima undangan dan berita terbaru Freedom Institute  

DAFTAR SURAT BERKALA >>

Baca

Buku Freedom

Temukan koleksi buku terbaru perpustakaan Freedom Institute

Cari disini >>

2012 FREEDOM INSTITUTE. All rights reserved.

Google+